Apa itu Microlearning dan Microteaching?

Microlearning dan Microteaching

Definisi, Manfaat, Tujuan, Tantangan, Hambatan, Persamaan, dan Perbedaannya

Microlearning

Definisi: Microlearning adalah pendekatan pembelajaran yang fokus pada menyampaikan informasi atau konsep tertentu dalam potongan-potongan kecil yang mudah dicerna, biasanya dalam bentuk video singkat, infografis, atau konten interaktif lainnya. Tujuannya adalah menyediakan pembelajaran yang cepat, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan spesifik.

Manfaat:

  • Efisiensi Waktu: Karyawan dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan tanpa menghabiskan waktu lama.
  • Keterlibatan Tinggi: Konten interaktif meningkatkan keterlibatan peserta.
  • Penerapan Cepat: Pengetahuan dapat diterapkan langsung dalam pekerjaan sehari-hari.
  • Fleksibilitas: Karyawan dapat belajar sesuai jadwal mereka sendiri.
  • Retensi yang Lebih Baik: Materi yang disajikan dalam potongan-potongan kecil cenderung lebih mudah diingat.

Tujuan:

  • Memberikan Informasi Tepat Waktu: Memberikan solusi cepat atau panduan dalam situasi yang mendesak.
  • Peningkatan Retensi: Mengoptimalkan retensi informasi dengan pendekatan yang mudah diingat.
  • Pemberdayaan Karyawan: Memungkinkan karyawan untuk mengakses pengetahuan yang relevan dan diperlukan.

Tantangan:

  • Konten yang Tidak Cocok: Tidak semua materi cocok untuk disajikan dalam format microlearning.
  • Koherensi Konten: Memastikan potongan-potongan konten tetap saling terhubung dan bermakna.
  • Penerapan Kompleksitas: Konsep kompleks mungkin sulit dijelaskan dalam format pendek.

Hambatan:

  • Pengembangan Konten: Membuat konten berkualitas dalam format singkat dapat memerlukan upaya kreatif dan teknis.
  • Ketersediaan Platform: Dibutuhkan platform yang sesuai untuk menyajikan konten microlearning kepada karyawan.

Microteaching

Definisi: Micro Teaching adalah metode pelatihan bagi calon guru, pendidik, trainer, fasilitator yang memungkinkan mereka untuk berlatih mengajar dalam lingkungan yang terkontrol dan mendapatkan umpan balik dari mentor atau sesama pendidik.

Manfaat:

  • Peningkatan Keterampilan Mengajar: Memberikan guru, pendidik, trainer, fasilitator kesempatan untuk mengasah keterampilan mengajar mereka.
  • Pengalaman Nyata: Melatih calon guru, pendidik, trainer, fasilitator dalam situasi yang mirip dengan pengalaman mengajar sebenarnya.
  • Umpan Balik Konstruktif: Calon guru, pendidik, trainer, fasilitator mendapatkan umpan balik langsung untuk memperbaiki praktik mengajar mereka.

Tujuan:

  • Pengembangan guru, pendidik, trainer, fasilitator yang Lebih Baik: Meningkatkan keterampilan, percaya diri, dan efektivitas para guru, pendidik, trainer, fasilitator.
  • Mengatasi Kekhawatiran Awal: Mengatasi ketakutan atau kecemasan calon guru, pendidik, trainer, fasilitator terhadap pengajaran di kelas.

Tantangan:

  • Waktu dan Sumber Daya: Memerlukan waktu dan sumber daya untuk merencanakan dan melaksanakan sesi micro teaching.
  • Umpan Balik Sensitif: Memerlukan kemampuan memberikan umpan balik dengan sensitivitas dan konstruktif.

Hambatan:

  • Kesesuaian Model: Tidak semua konsep pembelajaran efektif untuk diaplikasikan dalam micro teaching.

Persamaan dan Perbedaan:

  • Persamaan: Baik microlearning maupun micro teaching berfokus pada pendekatan pembelajaran yang singkat dan terkonsentrasi.
  • Perbedaan: Microlearning lebih umum diterapkan dalam konteks pelatihan umum dan organisasi, sedangkan micro teaching khusus untuk pelatihan guru, pendidik, trainer, fasilitator. Microlearning juga lebih mengutamakan penggunaan teknologi, sedangkan micro teaching lebih menekankan interaksi langsung dalam pengajaran.

Kedua konsep ini memiliki tujuan dan manfaat yang unik, tergantung pada konteks dan audiens yang dilayani.

Contoh Micro Teaching:

Seorang calon guru bahasa Inggris akan melakukan sesi micro teaching dengan fokus pada pelajaran tentang penggunaan kata sifat. Dia akan memilih kelompok kecil siswa sebagai kelas simulasi. Selama sesi ini, dia akan membagikan lembaran kerja yang berisi kalimat-kalimat yang memerlukan siswa untuk mengisi ruang kosong dengan kata sifat yang sesuai. Calon guru akan memandu siswa melalui setiap kalimat, memberikan penjelasan singkat tentang kata sifat yang relevan, dan memberikan contoh penggunaannya dalam kalimat. Setelah setiap kalimat, dia akan memberikan umpan balik dan mendiskusikan jawaban bersama. Mentor atau pengamat akan memberikan umpan balik setelah sesi selesai.

Contoh Microlearning:

Sebuah perusahaan teknologi ingin memberikan pelatihan singkat kepada karyawan mengenai penggunaan alat kolaborasi baru dalam proyek. Mereka menyusun modul microlearning dalam bentuk video singkat. Video tersebut menjelaskan langkah-langkah dasar untuk menggunakan alat tersebut, mengilustrasikan prosesnya melalui demo cepat, dan memberikan tips praktis untuk efisiensi penggunaan. Karyawan dapat mengakses video ini melalui platform pembelajaran perusahaan kapan saja. Sebagai tambahan, perusahaan juga menyediakan infografis yang merangkum poin-poin penting dari video tersebut sebagai referensi cepat.

Dalam kedua contoh di atas, pendekatan pembelajaran singkat digunakan untuk tujuan yang berbeda: micro teaching untuk pengembangan keterampilan mengajar guru, dan microlearning untuk memberikan panduan praktis kepada karyawan dalam konteks penggunaan alat kolaborasi baru.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

Terima kasih dan salam HRD Forum.

Bahari Antono, ST, MBA
Owner & Founder HRD Forum

Ingin mengundang HRD Forum? silakan kirimkan email ke : Event@HRD-Forum.com atau Whatsapp : 0818715595

HRD Forum Connect :
linktr.ee/hrdforum


HRD Forum memberikan jasa Training, Konsultasi, Pendampingan dan Pengerjaan project-project HR seperti : Job Analysis & Job Description, Analisis Beban Kerja, Key Performance Indicators (KPI), Objective & Key Result (OKR), Desain Kompetensi Jabatan, Kamus Kompetensi Jabatan, Matrik Kompetensi Jabatan, CBHRM, Struktur & Skala Upah, Job Evaluation, Training Evaluation & ROTI, Behavioral Event Interview (BEI), Training of Trainer (TOT), Organization Development, Corporate Culture, HR Audit, Performance Management, Performance Appraisal, Coaching for Performance, Talent Management Program, Career Planning, Industrial Relation, Leadership Development Program, Manager Development Program, Supervisory Development Program, Staf Development Program, Managerial Skills for Leaders dan sebagainya. Untuk menggunakan jasa HRD Forum silakan hubungi Hotline : 08788-1000-100 atau Whatsapp ke : 0818715595